Di tengah meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk menunjukkan transparansi dan akuntabilitas, audit bukan lagi satu-satunya layanan assurance yang dicari. Banyak entitas, terutama perusahaan menengah, startup, hingga organisasi yang sedang melakukan pendanaan, kini memilih alternatif yang lebih ringkas dan efisien: review laporan keuangan. Meski cakupan prosedurnya lebih terbatas dibanding audit, review tetap memberikan keyakinan yang memadai bagi pihak eksternal mengenai kewajaran informasi keuangan perusahaan.
Artikel ini akan mengulas secara lengkap pengertian review laporan keuangan, prosedurnya, regulasi yang mengaturnya, hingga pendapat para ahli, dengan struktur piramida terbalik agar pembaca mendapat gambaran utama di awal secara jelas.
Apa Itu Review Laporan Keuangan?
Dalam standar profesional, review termasuk jasa assurance dengan tingkat keyakinan terbatas (limited assurance). Definisi review laporan keuangan menurut Standar Jasa Review (SJR) 2400 yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) adalah:
“Suatu keterlibatan dimana auditor memberikan keyakinan terbatas bahwa tidak terdapat modifikasi material yang perlu dilakukan atas laporan keuangan agar sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.”
sumber https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/goodwill/article/download/37652/34610
Sederhananya, review bertujuan menilai apakah laporan keuangan tampak wajar, tanpa melakukan pengujian bukti yang mendalam seperti dalam audit. Prosedur utamanya adalah wawancara, analisis tren, dan penelaahan data bukan verifikasi menyeluruh.
Beberapa penelitian, seperti yang disampaikan oleh Messier, Glover & Prawitt (2022), menyebutkan bahwa proses review berada di tengah-tengah antara prosedur yang disepakati dan audit. Keyakinannya tidak sekuat audit, tetapi tetap lebih tinggi dibanding sekadar kompilasi laporan keuangan.
Baca Juga : Pengertian Audit Laporan Keuangan
Mengapa Perusahaan Memilih Review?
Banyak perusahaan menilai bahwa audit terlalu berat baik dari segi waktu, biaya, maupun kompleksitas. Review menjadi solusi efisien dengan manfaat sebagai berikut:
1. Memberikan Keyakinan Eksternal dengan Biaya Lebih Rendah
Karena prosedurnya terbatas, biaya jasa review bisa 40–60% lebih murah dibanding audit. Investor, kreditur, hingga mitra bisnis tetap mendapatkan tingkat keyakinan yang memadai terhadap angka-angka keuangan perusahaan.
2. Lebih Cepat dan Minim Gangguan Operasional
Audit memerlukan pemeriksaan dokumen tingkat lanjut, stock opname, hingga konfirmasi pihak ketiga. Review tidak memerlukan itu. Prosesnya relatif cepat, cocok untuk perusahaan yang harus mengambil keputusan bisnis dalam waktu pendek.
3. Cocok untuk Entitas yang Tidak Wajib Audit
Berdasarkan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, kewajiban audit hanya dikenakan pada perusahaan publik, perusahaan dengan aset/modal tertentu, dan entitas yang mengumpulkan dana masyarakat. Perusahaan lainnya bisa memilih review sebagai alternatif.
Sumber : UU No. 40 Tahun 2007
4. Menjadi Jembatan Menuju Audit Penuh
Bagi perusahaan yang sedang berkembang dan ingin meningkatkan tata kelola, review sering dijadikan langkah awal sebelum melakukan audit tahunan.
Prosedur Utama dalam Review Laporan Keuangan
Standar SJR 2400 mengatur beberapa prosedur dasar yang harus dilakukan oleh auditor dalam review laporan keuangan:
1. Inquiry (Wawancara dan Permintaan Informasi)
Auditor mengajukan pertanyaan kepada manajemen dan staf akuntansi mengenai kebijakan akuntansi, transaksi signifikan, hingga penyebab fluktuasi angka keuangan.
Contoh: mengapa biaya operasional meningkat tajam? Apakah ada perubahan strategi penjualan?
2. Prosedur Analitis
Auditor membandingkan angka-angka laporan keuangan dengan tahun sebelumnya, anggaran, atau tren industri untuk mengidentifikasi anomali.
3. Pembacaan Laporan dan Dokumentasi Pendukung
Auditor menelaah laporan keuangan untuk memastikan konsistensi, kesesuaian dengan standar akuntansi (SAK), dan tidak terdapat penyimpangan material.
4. Diskusi Hasil dengan Manajemen
Jika auditor menemukan inkonsistensi atau informasi yang tidak dapat dijelaskan, mereka dapat meminta klarifikasi atau tambahan informasi.
Seberapa Kuat Opini Review Dibanding Audit?
Hasil audit menghasilkan opini dengan tingkat keyakinan tinggi (reasonable assurance), seperti “wajar tanpa pengecualian”. Sementara itu, review menghasilkan bentuk kesimpulan negatif, misalnya:
“Menurut hasil peninjauan kami, tidak ada indikasi yang membuat kami yakin bahwa laporan keuangannya tidak dibuat berdasarkan standar akuntansi yang berlaku.”
Ini artinya auditor tidak menemukan masalah signifikan, tetapi bukan berarti seluruh transaksi telah diuji atau diverifikasi.
Di dunia pendidikan, Boynton & Johnson (2018) menyatakan bahwa melakukan review tidak selalu menjamin bahwa tidak ada tindakan penipuan atau kesalahan. Karena itu, review bukan pengganti audit, tetapi alternatif yang sesuai untuk kebutuhan tertentu.
Baca Juga : Fungsi Audit Laporan Keuangan Perusahaan Terbuka
Regulasi yang Mengatur Review Laporan Keuangan di Indonesia
Beberapa aturan penting meliputi:
- SJR 2400 (Revisi 2018) — Standar Jasa Review untuk keterlibatan review historical financial statements.
Sumber: IAPI, dapat diakses melalui iapi.or.id. - Standar Akuntansi Keuangan (SAK) — Menjadi dasar dalam menilai kewajaran laporan keuangan yang direview.
- UU No. 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik — Mengatur ruang lingkup pekerjaan akuntan publik termasuk jasa review.
- UU No. 40 Tahun 2007 — Mengatur kewajiban audit bagi perusahaan tertentu, sehingga menjadi acuan entitas lain memilih jasa review.
FAQ’s
1. Apa itu review laporan keuangan?
Review adalah jasa assurance dengan tingkat keyakinan terbatas untuk menilai kewajaran laporan keuangan tanpa melakukan prosedur audit yang mendalam.
2. Mengapa perusahaan memilih review ?
Karena lebih cepat, lebih murah, dan cukup untuk kebutuhan investor atau kreditur yang tidak mensyaratkan audit penuh.
3. Siapa yang melakukan review?
Akuntan publik berlisensi yang memenuhi ketentuan dalam UU No. 5 Tahun 2011 dan terdaftar di IAPI.
4. Kapan perusahaan sebaiknya menggunakan review?
Ketika tidak diwajibkan audit, tetapi tetap membutuhkan keyakinan eksternal atas laporan keuangannya.
5. Di mana proses review dilakukan?
Biasanya dilakukan di kantor klien, melalui wawancara dan analisis data keuangan yang disediakan oleh manajemen.
6. Bagaimana prosedur review dilakukan?
Melalui inquiry, prosedur analitis, penelaahan dokumen, dan diskusi dengan manajemen tanpa pengujian bukti mendalam.
Kesimpulan
Review laporan keuangan adalah pilihan cerdas bagi perusahaan yang membutuhkan keyakinan eksternal atas laporan keuangan tetapi tidak ingin menjalani proses audit yang panjang dan mahal. Dengan prosedur yang lebih terbatas, review tetap memberikan manfaat besar bagi para pemangku kepentingan dalam menilai kesehatan finansial perusahaan. Didukung standar resmi seperti SJR 2400 dan UU Akuntan Publik, review menjadi alternatif yang sah, efisien, dan semakin banyak digunakan di berbagai sektor bisnis.
Apakah perusahaan Anda membutuhkan keyakinan atas laporan keuangan tanpa harus menjalani proses audit yang panjang dan mahal? Review laporan keuangan bisa menjadi solusi yang tepat.