Dalam dunia pelaporan keuangan, istilah proses review laporan keuangan menurut standar jasa review semakin populer sebagai alternatif audit penuh yang lebih efisien. Banyak perusahaan mulai mempertimbangkan opsi ini karena prosedurnya lebih terbatas, biayanya lebih terjangkau, namun tetap mampu meningkatkan kredibilitas laporan keuangan. Tidak hanya itu, memahami langkah-langkah review laporan keuangan menjadi penting bagi pemilik usaha, manajemen, hingga calon investor yang mengandalkan laporan keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Sebagai bentuk jasa profesional yang diatur oleh standar resmi, review laporan keuangan memiliki kerangka kerja yang jelas dan berbeda dari audit. Di Indonesia, acuan utamanya adalah Standar Jasa Review (SJR) dalam Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) yang diterbitkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Standar ini menjadi pegangan auditor dalam memberikan limited assurance atau keyakinan terbatas bahwa laporan keuangan tidak memuat salah saji material.
Baca Juga : Audit vs Review Laporan Keuangan
Mengapa Proses Review Menjadi Penting?
Jika audit adalah pemeriksaan mendalam seperti pemeriksaan medis lengkap, maka review laporan keuangan lebih menyerupai check-up ringan: cepat, efektif, dan tetap memberi gambaran kesehatan perusahaan. Para ahli seperti Boynton & Johnson (2016) menyebut review sebagai prosedur analitis dan tanya jawab yang dirancang untuk mendeteksi penyimpangan signifikan tanpa pengujian detail. Sementara menurut IAPI, review bertujuan menyimpulkan apakah ada hal yang membuat akuntan yakin bahwa laporan keuangan tidak disusun sesuai Standar Akuntansi Keuangan (SAK).
Dari sisi regulasi nasional, proses review juga relevan untuk entitas yang tidak diwajibkan audit oleh UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, namun tetap ingin menunjukkan akuntabilitas dan transparansi kepada investor maupun pemberi pinjaman.
Sumber : UU No. 40 Tahun 2007
Struktur Piramida Terbalik: Gambaran Besar Lalu Mendalam
1. Dasar Hukum dan Standar yang Mengatur Review Laporan Keuangan
Proses review di Indonesia merujuk pada:
- SPAP, Standar Jasa Review (SJR) 2400 (Revisi): “Review atas Laporan Keuangan”.
- Standar Akuntansi Keuangan (SAK) sebagai acuan penyusunan laporan keuangan.
- Aturan umum praktik akuntan publik sesuai Peraturan Menteri Keuangan No. 17/PMK.01/2008 serta pembaruannya mengenai praktik akuntan publik.
Menurut standar SJR 2400, akuntan harus menerapkan prosedur yang memungkinkan pemberian keyakinan terbatas. Ini berarti auditor tidak menyatakan opini seperti dalam audit, melainkan kesimpulan negatif (negative assurance), misalnya:
Tidak ada bukti yang cukup untuk membuat akuntan yakin bahwa laporan keuangan tidak disajikan secara adil dan benar.
Pandangan dari para akademisi seperti Arens, Elder & Beasley (2020) menyatakan bahwa review adalah bentuk keterlibatan yang bersifat analitis dan bertanya, memberikan tingkat jaminan yang cukup, dan cocok untuk entitas kecil hingga menengah.
2. Proses Review Laporan Keuangan Menurut Standar Jasa Review
Sesuai struktur piramida terbalik, pada bagian ini pembahasan mulai mengarah lebih teknis namun tetap mengalir. Berikut penjabaran lengkap dan rinci mengenai proses review laporan keuangan menurut standar jasa review:
a. Perencanaan dan Pemahaman Entitas
Langkah pertama adalah memahami model bisnis, struktur organisasi, sistem akuntansi, serta risiko utama perusahaan. Auditor melakukan diskusi dengan manajemen, membaca laporan tahun sebelumnya, serta meninjau kebijakan akuntansi. Pemahaman mendalam ini memungkinkan auditor menentukan area-area yang berpotensi mengandung salah saji.
b. Menerapkan Prosedur Analitis
Prosedur utama dalam review adalah analisis perbandingan: tren antarperiode, rasio keuangan, dan hubungan antarpos akun. Auditor mengevaluasi apakah perubahan angka wajar atau memerlukan klarifikasi lebih lanjut. Misalnya, jika omzet naik 80% tanpa alasan jelas, auditor akan meminta penjelasan.
c. Melakukan Tanya Jawab (Inquiry) dengan Manajemen
Prosedur inquiry melibatkan pertanyaan kepada pihak manajemen dan staf akuntansi tentang kebijakan akuntansi, transaksi signifikan, hingga proses penutupan buku. Tanya jawab ini harus terdokumentasi dengan baik. Inquiry yang mendalam membantu auditor menilai apakah laporan keuangan telah sesuai SAK.
d. Evaluasi Bukti dan Analisis Penyimpangan
Bukti dalam review tidak sebanyak audit. Namun auditor tetap harus menilai apakah data yang disampaikan manajemen konsisten dengan tren, estimasi, dan kondisi bisnis. Jika ada ketidakwajaran, auditor dapat meminta data tambahan meskipun tidak sampai ke pengujian detail.
e. Penyusunan Kesimpulan dan Laporan Review
Laporan review harus memuat:
- Peran akuntan
- Prosedur yang dilakukan
- Batasan review
- Kesimpulan negatif (negative assurance)
Contoh phrasing standar:
Berdasarkan hasil peninjauan kami, tidak ada bukti yang membuat kami percaya bahwa laporan keuangan tersebut tidak dibuat sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan.
Dengan demikian, perusahaan memperoleh nilai tambah berupa kredibilitas peningkatan, meskipun tanpa audit penuh.
3. Perbedaan Review dengan Audit Menurut Para Ahli
Menurut Messier (2020), audit memberikan reasonable assurance, sedangkan review hanya memberikan limited assurance. Artinya, risiko salah saji dalam review lebih tinggi karena prosedurnya terbatas.
Beberapa perbedaan utama menurut literatur dan SPAP:
- Ulasan bergantung pada analisis dan pertanyaan; audit melibatkan inspeksi, konfirmasi, dan pemeriksaan yang rinci.
- Laporan audit memberi opini; laporan review memberi negative assurance.
- Biaya dan waktu review jauh lebih rendah.
Meski demikian, review tetap menjadi pilihan rasional bagi entitas yang tidak diwajibkan audit namun membutuhkan kredibilitas eksternal.
FAQ’s
1. Apa itu Review Laporan Keuangan?
Review laporan keuangan adalah jasa assurance terbatas yang dilakukan akuntan publik dengan prosedur analitis dan inquiry untuk menilai apakah laporan keuangan telah disusun sesuai SAK.
2. Siapa yang Melakukan Review?
Review dilakukan oleh Akuntan Publik yang berlisensi dan terdaftar pada Kementerian Keuangan dan IAPI.
3. Kapan Perusahaan Membutuhkan Review?
Biasanya ketika perusahaan ingin meningkatkan kredibilitas laporan keuangan namun tidak membutuhkan audit penuh, seperti untuk kebutuhan bank, investor, atau pengungkapan internal.
4. Di Mana Aturan Review Diatur?
Diatur dalam SPAP, Standar Jasa Review (SJR) 2400 (Revisi) yang berlaku di Indonesia, beserta aturan pendukung dari Kementerian Keuangan.
5. Mengapa Review Penting?
Karena memberi keyakinan kepada pemangku kepentingan mengenai kewajaran laporan keuangan tanpa biaya besar.
6. Bagaimana Langkah-Langkah Review Laporan Keuangan?
Meliputi perencanaan, analisis, inquiry, evaluasi, dan penyusunan laporan review dengan negative assurance.
Kesimpulan
Proses review laporan keuangan menurut standar jasa review di Indonesia memberikan alternatif yang efisien bagi perusahaan yang tidak mewajibkan audit namun tetap membutuhkan kepercayaan dari pemangku kepentingan. Dengan mengikuti langkah-langkah review laporan keuangan sesuai SPAP SJR 2400, akuntan publik dapat memberikan keyakinan terbatas yang sangat membantu pengambilan keputusan. Bagi banyak entitas, review merupakan solusi yang seimbang antara biaya, waktu, dan kredibilitas.
Ingin laporan keuangan perusahaan Anda terlihat lebih kredibel tanpa biaya audit penuh? Konsultasikan kebutuhan review laporan keuangan Anda sekarang saya bisa bantu menyusun materi, penjelasan, atau draft laporan yang profesional dan sesuai standar.