Logo GIAR

Contoh Rekomendasi yang Muncul dari Hasil Review Laporan Keuangan

hasil

Dalam praktik tata kelola perusahaan yang baik, review laporan keuangan bukan sekadar formalitas kepatuhan. Justru dari proses inilah berbagai contoh rekomendasi hasil review laporan keuangan muncul dan menjadi dasar perbaikan sistem keuangan perusahaan. Sejak awal, penting dipahami bahwa review bertujuan memberikan keyakinan terbatas (limited assurance), berbeda dengan audit yang memberikan keyakinan memadai. Namun, rekomendasi yang dihasilkan sering kali krusial dan berdampak langsung pada kualitas pelaporan keuangan, kepatuhan regulasi, serta pengambilan keputusan manajemen.

Menurut International Federation of Accountants (IFAC), hasil review laporan keuangan harus mampu mengidentifikasi area berisiko salah saji material dan mendorong peningkatan kualitas informasi keuangan yang disajikan kepada pemangku kepentingan.

Mengapa Rekomendasi dari Review Laporan Keuangan Penting?

Pada tingkat paling atas (piramida terbalik), rekomendasi menjadi nilai utama dari review. Tanpa rekomendasi yang jelas dan aplikatif, review kehilangan fungsi strategisnya.

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menegaskan bahwa review laporan keuangan, sebagaimana diatur dalam Standar Jasa Akuntansi dan Review (SJAR), bertujuan membantu manajemen memastikan laporan keuangan telah disusun sesuai Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Ketidaksesuaian kecil yang ditemukan dalam review dapat berkembang menjadi temuan signifikan jika tidak segera ditindaklanjuti.

Dari sudut pandang regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menekankan pentingnya kualitas pelaporan keuangan sebagai dasar perlindungan investor dan stabilitas pasar.

Baca Juga : Manfaat Review Laporan Keuangan Perusahaan Menengah

Jenis Rekomendasi dari Hasil Review Laporan Keuangan

Berikut beberapa jenis rekomendasi dari hasil review yang paling sering muncul, disertai penjelasan komprehensif pada tiap poin.

1. Rekomendasi Perbaikan Penerapan Standar Akuntansi

Rekomendasi ini muncul ketika terdapat ketidaktepatan penerapan PSAK, misalnya pengakuan pendapatan yang belum sesuai PSAK 72 atau pencatatan aset tetap yang tidak sejalan dengan PSAK 16.

Reviewer biasanya merekomendasikan:

  • Penyesuaian kebijakan akuntansi tertulis
  • Pelatihan internal bagi staf akuntansi
  • Restatement terbatas jika diperlukan

Menurut Warren, Reeve, dan Duchac dalam Financial Accounting, konsistensi penerapan standar akuntansi adalah kunci agar laporan keuangan dapat dibandingkan antarperiode.

2. Rekomendasi Penguatan Pengendalian Internal

Banyak contoh rekomendasi hasil review laporan keuangan berkaitan dengan lemahnya pengendalian internal, terutama pada siklus kas, persediaan, dan piutang.

Rekomendasi yang umum diberikan meliputi:

  • Pemisahan fungsi otorisasi, pencatatan, dan penyimpanan
  • Dokumentasi prosedur keuangan yang lebih rinci
  • Penggunaan sistem pencatatan berbasis teknologi

Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO) menyatakan bahwa pengendalian internal yang efektif berperan penting dalam mencegah salah saji laporan keuangan, baik disengaja maupun tidak.

3. Rekomendasi Perbaikan Penyajian dan Pengungkapan

Kesalahan bukan hanya soal angka, tetapi juga soal penyajian dan pengungkapan (disclosure). Reviewer sering menemukan catatan atas laporan keuangan yang belum lengkap atau kurang jelas.

Rekomendasi biasanya mencakup:

  • Penambahan pengungkapan transaksi pihak berelasi
  • Penjelasan asumsi signifikan dalam estimasi akuntansi
  • Penyelarasan format laporan sesuai PSAK

Hal ini sejalan dengan prinsip full disclosure yang ditekankan dalam kerangka konseptual SAK.

4. Rekomendasi Kepatuhan terhadap Regulasi

Untuk entitas tertentu, seperti perusahaan terbuka atau BUMN, rekomendasi juga berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi, misalnya Peraturan OJK atau ketentuan Kementerian BUMN.

Contoh rekomendasi:

  • Penyesuaian tenggat waktu pelaporan
  • Penyempurnaan struktur laporan sesuai ketentuan regulator
  • Konsistensi antara laporan keuangan dan laporan tahunan

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal menegaskan pentingnya keterbukaan informasi yang benar dan tidak menyesatkan.

5. Rekomendasi Peningkatan Kapasitas SDM Keuangan

Tidak sedikit reviewer merekomendasikan peningkatan kompetensi tim keuangan. Kesalahan berulang sering kali berakar pada keterbatasan pemahaman teknis.

Rekomendasi ini dapat berupa:

  • Pelatihan PSAK terbaru
  • Pendampingan oleh konsultan atau akuntan profesional
  • Penyusunan panduan internal berbasis best practice

Menurut Horngren, kualitas laporan keuangan sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yang menyusunnya.

FAQ’s

Apakah rekomendasi hasil review wajib ditindaklanjuti?

Secara hukum tidak selalu wajib, tetapi secara tata kelola sangat dianjurkan untuk menghindari risiko ke depan.

Apakah review bisa menghasilkan rekomendasi seperti audit?

Bisa, meskipun tingkat keyakinannya lebih rendah dibanding audit.

Siapa yang bertanggung jawab menindaklanjuti rekomendasi?

Manajemen entitas, khususnya fungsi keuangan dan akuntansi.

Apakah rekomendasi harus dituangkan dalam laporan tertulis?

Ya, agar dapat ditelusuri dan dievaluasi tindak lanjutnya.

Kesimpulan

Rekomendasi yang muncul dari review laporan keuangan bukan sekadar catatan teknis, melainkan peta jalan perbaikan sistem keuangan perusahaan. Dengan memahami berbagai jenis rekomendasi dari hasil review dan menerapkannya secara konsisten, organisasi dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan, memperkuat kepatuhan regulasi, serta membangun kepercayaan pemangku kepentingan.

Jika organisasi Anda rutin melakukan review laporan keuangan, pastikan setiap rekomendasi dianalisis dan ditindaklanjuti secara sistematis. Jadikan hasil review bukan hanya dokumen arsip, tetapi alat strategis untuk memperkuat tata kelola dan kredibilitas keuangan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top