Kathmandu, 18–21 November 2025. Partner dari GIAR (Gunawan, Ikhwan, Abdurahman & Rekan) resmi menghadiri AOTCA Conference 2025 yang diselenggarakan di The Soaltee Kathmandu, Nepal. Acara internasional ini mempertemukan lebih dari 500 delegasi dari 30 negara di Asia, Oseania, dan Afrika untuk membahas dinamika perpajakan di negara berkembang.
Dengan mengusung tema besar “Evolution of Tax Laws in Developing Countries and the Role of Tax Professionals”, konferensi tahun ini menjadi ajang strategis bagi para profesional pajak untuk bertukar pengalaman, tren regulasi, dan praktik terbaik dalam administrasi perpajakan global.
Fokus Utama Konferensi: Lima Pilar Perpajakan Modern di Negara Berkembang
Berdasarkan agenda resmi konferensi, pembahasan tahun ini berfokus pada lima pilar penting yang membentuk arah kebijakan perpajakan modern, yaitu:
1. Tax System
Eksplorasi mengenai evolusi historis sistem perpajakan di negara berkembang, termasuk bagaimana regulasi lokal beradaptasi terhadap ekonomi digital, perdagangan lintas batas, dan shifting global taxation.
2. Policy Implementation
Tantangan implementasi kebijakan pajak, terutama di negara dengan kapasitas administrasi yang masih berkembang. Delegasi membahas isu kesenjangan aturan, harmonisasi tarif, hingga efektivitas kebijakan fiskal.
3. Tax Professionals
Peran profesional pajak semakin krusial dalam memastikan kepatuhan global, transparansi transaksi, dan mitigasi risiko perpajakan bagi wajib pajak korporasi dan individu.
4. Digital Transformation
Transformasi digital dalam administrasi perpajakan menjadi salah satu sorotan utama. Topik meliputi pemanfaatan e-filing, real-time reporting, hingga potensi AI dan data analytics dalam meningkatkan kepatuhan dan pengawasan.
5. Code of Ethics
Etika profesi disorot sebagai fondasi kepercayaan publik. Pembahasan difokuskan pada integritas, independensi, dan standar profesional yang harus dijaga oleh konsultan pajak di negara berkembang.
Kontribusi GIAR dalam Forum Internasional

Kehadiran Partner GIAR dalam konferensi ini bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai representasi dunia perpajakan Indonesia dalam forum global. Selama empat hari, GIAR mengikuti serangkaian:
- Keynote sessions dari pakar perpajakan internasional
- Expert panels mengenai tantangan kebijakan dan administrasi
- Diskusi lintas negara mengenai implementasi aturan pajak modern
- Networking sessions untuk memperluas kolaborasi profesional
GIAR memandang konferensi ini sebagai kesempatan penting untuk memperkuat kompetensi, memperbarui wawasan global, serta mengintegrasikan praktik terbaik internasional ke dalam layanan perpajakan di Indonesia.
Memperkuat Peran Indonesia di Kancah Perpajakan Internasional
Dengan semakin kompleksnya dinamika perpajakan global, partisipasi Indonesia dalam forum seperti AOTCA menjadi sangat strategis. Kehadiran GIAR mencerminkan komitmen firma untuk terus beradaptasi, memperkuat integritas profesi, dan memberikan layanan perpajakan yang memenuhi standar internasional.
GIAR juga menegaskan bahwa wawasan dari konferensi ini akan diterapkan dalam:
- Pengembangan strategi kepatuhan Wajib Pajak
- Penguatan pendekatan risk-based tax advisory
- Penerapan prinsip etika dan profesionalisme
- Adaptasi teknologi dan digitalisasi perpajakan
