Logo GIAR

Review vs Kompilasi Laporan Keuangan: Apa Bedanya bagi Perusahaan?

Laporan Keuangan

Di tengah tuntutan transparansi dan kepatuhan, banyak perusahaan masih bingung memahami review vs compilation laporan keuangan. Padahal, memahami perbedaan review laporan keuangan dan kompilasi laporan keuangan sangat krusial, terutama ketika perusahaan harus memenuhi kebutuhan bank, investor, atau regulator. Kesalahan memilih jenis jasa bisa berdampak pada kredibilitas laporan keuangan dan pada akhirnya, reputasi perusahaan itu sendiri.

Secara sederhana, baik review maupun kompilasi sama-sama dilakukan oleh akuntan publik. Namun tingkat keyakinan, prosedur, serta tanggung jawab profesional di dalamnya berbeda signifikan. Perbedaan ini telah diatur secara jelas dalam standar profesional internasional maupun regulasi di Indonesia.

Perbedaan Utama: Tingkat Keyakinan dan Prosedur

1. Review Laporan Keuangan: Memberikan Limited Assurance

Review laporan keuangan diatur dalam International Standard on Review Engagements (ISRE) 2400 (Revised) yang diterbitkan oleh International Auditing and Assurance Standards Board (IAASB). Di Indonesia, standar ini diadopsi oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) melalui Standar Perikatan Review.

Dalam review, akuntan publik memberikan limited assurance yakni keyakinan terbatas bahwa tidak terdapat salah saji material dalam laporan keuangan. Bentuk kesimpulannya biasanya berbunyi: “tidak terdapat hal yang menyebabkan kami percaya bahwa laporan keuangan tidak disajikan secara wajar…”.

Menurut Arens, Elder, dan Beasley dalam Auditing and Assurance Services, review berada satu tingkat di bawah audit dalam hal tingkat keyakinan, tetapi tetap melibatkan prosedur profesional seperti:

  • Prosedur analitis
  • Permintaan keterangan (inquiry) kepada manajemen
  • Evaluasi konsistensi dan kelogisan data

Artinya, akuntan tetap melakukan penilaian profesional, meskipun tidak sedalam audit.

Secara regulasi, kebutuhan review sering muncul dalam konteks perusahaan yang membutuhkan laporan keuangan interim untuk kredit bank atau kepatuhan terhadap perjanjian pembiayaan (loan covenant).

2. Kompilasi Laporan Keuangan: Tanpa Assurance

Berbeda dengan review, kompilasi diatur dalam International Standard on Related Services (ISRS) 4410 (Revised). Di Indonesia, standar ini juga diadopsi dalam Standar Jasa Terkait oleh IAPI.

Dalam kompilasi, akuntan publik hanya membantu menyusun laporan keuangan berdasarkan data yang diberikan manajemen. Tidak ada prosedur verifikasi atau pemberian keyakinan. Laporan kompilasi secara eksplisit menyatakan bahwa akuntan tidak memberikan assurance.

Menurut Hayes, Wallage, dan Gortemaker dalam Principles of Auditing, kompilasi merupakan jasa penyusunan, bukan jasa assurance. Akuntan menggunakan keahlian akuntansi untuk menyajikan informasi dalam format laporan keuangan yang sesuai standar, tetapi tanggung jawab penuh atas kebenaran data tetap berada pada manajemen.

Perbandingan Komprehensif

Agar lebih jelas, berikut penjabaran perbedaannya secara sistematis:

a. Tingkat Keyakinan

  • Review: Memberikan limited assurance.
  • Kompilasi: Tidak memberikan assurance sama sekali.

b. Prosedur yang Dilakukan

  • Review: Analitis dan inquiry terhadap manajemen.
  • Kompilasi: Tidak melakukan pengujian atau analisis independen.

c. Tujuan Penggunaan

  • Review: Biasanya untuk kebutuhan eksternal seperti bank, investor, atau regulator.
  • Kompilasi: Umumnya untuk kebutuhan internal atau usaha kecil yang belum membutuhkan assurance.

d. Tanggung Jawab Profesional

  • Review: Akuntan wajib menjaga skeptisisme profesional.
  • Kompilasi: Fokus pada penyusunan berdasarkan informasi yang diberikan.

Baca Juga : Review Laporan Keuangan Covenant Bank

Perspektif Regulasi di Indonesia

Di Indonesia, jasa review dan kompilasi hanya dapat dilakukan oleh akuntan publik berizin sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik. UU tersebut menegaskan bahwa pemberian jasa assurance dan jasa terkait harus mengikuti standar profesional yang ditetapkan oleh organisasi profesi.

Selain itu, perusahaan terbuka tunduk pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang dalam beberapa kondisi mewajibkan laporan keuangan direview oleh akuntan publik, khususnya untuk laporan interim.

Dengan demikian, pilihan antara review dan kompilasi bukan sekadar soal biaya, tetapi juga kepatuhan hukum dan kebutuhan stakeholder.

Kapan Perusahaan Memilih Review atau Kompilasi?

Keputusan biasanya ditentukan oleh tiga faktor utama:

  1. Kebutuhan Stakeholder
    Jika laporan akan diajukan ke bank atau investor, review lebih disarankan karena memberikan tingkat kepercayaan lebih tinggi.
  2. Skala dan Kompleksitas Usaha
    UMKM atau perusahaan keluarga yang hanya membutuhkan laporan formal untuk administrasi internal mungkin cukup dengan kompilasi.
  3. Biaya dan Waktu
    Review membutuhkan prosedur lebih luas sehingga biayanya lebih tinggi dibanding kompilasi.

Dalam praktiknya, banyak perusahaan berkembang memulai dari kompilasi, lalu beralih ke review ketika kebutuhan eksternal meningkat.

Mengapa Perbedaan Ini Penting?

Kesalahan memahami perbedaan review laporan keuangan dan kompilasi laporan keuangan dapat menimbulkan risiko serius. Misalnya, perusahaan mengajukan laporan kompilasi ke bank yang mensyaratkan review. Akibatnya, permohonan kredit dapat ditolak karena tingkat keyakinan tidak memadai.

Lebih jauh lagi, transparansi keuangan adalah bagian dari tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Seperti ditegaskan oleh OECD dalam prinsip-prinsip tata kelola perusahaan, keterbukaan informasi yang andal merupakan fondasi kepercayaan pasar.

FAQ’s

Apakah review sama dengan audit?

Tidak. Audit memberikan reasonable assurance (keyakinan memadai), sedangkan review hanya limited assurance.

Apakah kompilasi boleh digunakan untuk pengajuan kredit?

Tergantung kebijakan bank. Banyak bank mensyaratkan minimal review.

Apakah kompilasi lebih murah dari review?

Ya, karena prosedurnya lebih sederhana dan tidak melibatkan pengujian analitis mendalam.

Apakah UMKM wajib menggunakan jasa review?

Tidak selalu. Kewajiban bergantung pada kebutuhan regulasi dan permintaan pihak eksternal.

Kesimpulan

Perdebatan review vs compilation laporan keuangan pada akhirnya bukan soal mana yang lebih baik, melainkan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Review memberikan keyakinan terbatas dan cocok untuk kebutuhan eksternal, sementara kompilasi berfungsi sebagai penyusunan formal tanpa assurance.

Memahami perbedaan review laporan keuangan dan kompilasi laporan keuangan membantu perusahaan mengambil keputusan strategis, menjaga kepatuhan hukum, serta membangun kepercayaan dengan stakeholder.

Di era transparansi dan akuntabilitas, memilih jenis jasa yang tepat bukan sekadar formalitas melainkan investasi reputasi jangka panjang.

Butuh bantuan menentukan apakah perusahaan Anda memerlukan review atau kompilasi laporan keuangan? Konsultasikan dengan akuntan publik terpercaya untuk memastikan langkah yang tepat dan sesuai regulasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top