Bagi banyak mahasiswa akuntansi, Certified Public Accountant (CPA) sering dianggap sebagai sertifikasi yang baru dipersiapkan setelah lulus kuliah. Namun, pandangan tersebut mendapat perspektif baru dalam webinar nasional bertajuk “Mengenal CPA dan Profesi Akuntan Publik: Langkah Awal Menuju Karier Profesional” yang diselenggarakan Universitas Kuningan (UNIKU) pada 15 Juni 2026.
Webinar CPA dan Profesi Akuntan Publik di Universitas Kuningan Dorong Mahasiswa Memahami Profesi Akuntan Publik Sejak Dini
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Ikhwan Ashadi mengajak mahasiswa untuk melihat CPA bukan sekadar gelar profesional, melainkan sebagai rencana hidup profesional yang dapat membantu membangun masa depan karier yang lebih baik.
Menurutnya, CPA bukan hanya tentang mengikuti ujian sertifikasi atau memperoleh status profesional. Lebih dari itu, CPA merupakan proses pembentukan karakter yang menuntut seseorang untuk berpikir sistematis, bekerja berdasarkan standar, menjaga independensi, dan memegang teguh integritas dalam setiap keputusan profesional.
CPA dan Profesi Akuntan Publik Indonesia Bukan Sekadar Sertifikasi, tetapi Komitmen Profesional
Di hadapan mahasiswa UNIKU, Dr. Ikhwan menegaskan bahwa profesi akuntan publik memiliki tanggung jawab besar terhadap kepercayaan publik. Oleh karena itu, setiap calon akuntan publik harus memahami pentingnya independensi dan integritas.
Dalam profesi audit, kedua nilai tersebut menjadi fondasi utama karena auditor bertugas memberikan keyakinan bahwa informasi keuangan yang disajikan perusahaan dapat dipercaya oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari investor, kreditur, regulator, hingga masyarakat luas.
Seorang akuntan publik yang profesional tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis yang baik, tetapi juga keberanian untuk tetap objektif dalam menghadapi berbagai situasi yang berpotensi memengaruhi penilaian profesionalnya.
Mengapa Profesi Akuntan Publik Sangat Penting dalam Dunia Bisnis?
Dalam dunia bisnis modern, informasi keuangan menjadi dasar berbagai keputusan strategis. Angka-angka dalam laporan keuangan dapat memengaruhi keputusan investasi, pemberian kredit, ekspansi usaha, hingga evaluasi kinerja perusahaan.
Namun, angka tidak selalu menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Sebuah perusahaan dapat melaporkan laba yang tinggi, tetapi memiliki masalah pada arus kas, penurunan nilai aset, atau piutang yang sulit ditagih.
Karena itulah profesi akuntan publik memiliki peran yang sangat penting. Auditor tidak hanya memeriksa apakah angka telah dicatat dengan benar, tetapi juga mengevaluasi kualitas informasi yang mendasari angka tersebut.
Audit pada akhirnya menjadi mekanisme yang membangun kepercayaan. Tanpa auditor yang independen dan berintegritas, laporan keuangan berisiko kehilangan kredibilitas di mata para pengguna informasi keuangan.
Kolaborasi Kampus dan Praktisi Penting untuk Mempersiapkan Mahasiswa Akuntansi
Kegiatan yang diselenggarakan Universitas Kuningan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan dunia profesi. Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori akuntansi, jurnal, atau siklus akuntansi yang dipelajari di kelas.
Mereka juga perlu mengenal praktik profesi secara langsung, termasuk:
- Standar Audit (SA)
- Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
- Teknologi dan software audit
- Dokumentasi kertas kerja audit
- Perpajakan
- Sertifikasi profesi akuntansi
Dengan memahami aspek-aspek tersebut sejak dini, mahasiswa akan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Apakah Bekerja di KAP Lokal Kalah Bersaing dengan KAP Jakarta?
Salah satu pertanyaan menarik yang muncul dalam sesi diskusi adalah mengenai peluang karier di Kantor Akuntan Publik (KAP) lokal dibandingkan dengan KAP yang berada di Jakarta.
Pertanyaan ini cukup relevan karena masih banyak mahasiswa yang menganggap pusat karier profesional hanya berada di kota-kota besar.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Ikhwan menjelaskan bahwa dalam profesi akuntan publik, kualitas profesional tidak semata-mata ditentukan oleh lokasi tempat bekerja. Kompetensi, pengalaman, disiplin terhadap standar, kemampuan belajar, dan integritas justru menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan karier seseorang.
KAP lokal dapat menjadi tempat belajar yang sangat baik apabila memberikan kesempatan kepada auditor untuk memahami proses audit secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga penyelesaian audit.
Sertifikasi yang Perlu Dipersiapkan Mahasiswa Akuntansi
Selain membahas prospek karier, mahasiswa juga bertanya mengenai sertifikasi yang dapat meningkatkan daya saing di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
Dr. Ikhwan mendorong mahasiswa untuk mulai mengenal berbagai sertifikasi dan kompetensi tambahan yang relevan dengan kebutuhan industri, antara lain:
- USKP (Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak)
- Brevet Pajak A dan B
- Sertifikasi CPA Indonesia
- Pelatihan kompetensi akuntansi dan audit
Selain sertifikasi, penguasaan software akuntansi juga menjadi kebutuhan penting. Mahasiswa disarankan untuk memahami penggunaan aplikasi seperti Accurate, Zahir, dan berbagai sistem akuntansi digital lainnya yang banyak digunakan perusahaan dan Kantor Akuntan Publik.
Menghubungkan Dunia Akademik dengan Praktik Profesi
Dalam sesi kuis berhadiah, Dr. Ikhwan menguji pemahaman peserta mengenai berbagai topik profesi seperti P2PK, SA 600, PPh Badan, PPh 21, SAK, standar audit yang berkaitan dengan aktuaris, serta ATLAS.
Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa telah memiliki pemahaman yang baik. Namun, masih terdapat peserta yang merasa ragu ketika menghadapi pertanyaan yang bersifat praktis.
Situasi ini menjadi gambaran bahwa masih terdapat kesenjangan antara pembelajaran akademik dan praktik profesi yang sesungguhnya. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memperoleh lebih banyak paparan terhadap kasus nyata, teknologi audit, dan perkembangan profesi akuntan publik sejak masa perkuliahan.
Komitmen GIAR dalam Mendukung Generasi Baru Akuntan Publik
Bagi GIAR, kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang akuntansi dan audit.
GIAR tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan audit, assurance, dan advisory, tetapi juga sebagai mitra edukasi yang membantu mahasiswa memahami dunia profesi secara lebih dekat.
Melalui kegiatan seperti webinar CPA, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar langsung dari praktisi yang berpengalaman sehingga memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai tantangan dan peluang karier di bidang akuntansi publik.
Kesimpulan: CPA sebagai Kompas Karier Profesional
Webinar CPA bersama Dr. Ikhwan Ashadi di Universitas Kuningan memberikan pesan penting bahwa profesi akuntan publik membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menghitung angka.
Profesi ini menuntut ketajaman analisis, integritas, independensi, etika profesional, dan komitmen untuk terus belajar sepanjang karier. Oleh karena itu, CPA perlu dipandang sebagai arah dan kompas profesional, bukan hanya sebagai sertifikasi.
Bagi mahasiswa akuntansi, persiapan menuju profesi akuntan publik dapat dimulai sejak bangku kuliah. Dengan membangun kompetensi, memperkuat karakter profesional, dan memahami standar profesi, mereka dapat menciptakan fondasi yang kuat untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Seperti yang disampaikan Dr. Ikhwan Ashadi, masa depan profesional yang sukses tidak terjadi secara kebetulan, tetapi dibangun melalui rencana hidup profesional yang jelas dan dijalankan secara konsisten.
